
Salah satu sejarah terbesar di dunia adalah dengan adanya Revolusi Industri. Tak dapat dipungkiri bahwa kehidupan kita tidak bisa lepas dari benda dan alat yang kita gunakan untuk mempermudah aktivitas dan pekerjaan setiap manusia, dimana hal tersebut adalah hasil dari revolusi industri. Kilas revolusi industri dimulai pada tahun 1784 dengan ditemukannya mesin uap dan alat-alat mekanisasi Revolusi Industri yang kedua terjadi pada abad ke-19 ditemukan produksi dengan bantuan listrik. Revolusi Industri yang ketiga ditandai dengan hadirnya penggunaan teknologi komputer untuk otomasi manuktuktur pada tahun 1970. Dan saat ini kita (Indonesia) menjajaki masa revolusi indutri 4.0 ditandai dengan ekspansi teknologi melalui kecanggihan digital dan internet yang sudah kita rasakan sampai hari ini, misalnya Traveloka, Go-Jek, Grab, Online Shop dan lain-lain yang telah memudahkan masyarakat.

Revolusi Industri sudah menjadi tuntutan sesuai kebutuhan zaman yang tidak bisa dihindarkan. Kita harus siap menghadapi Revolusi Industri 4.0 dengan berfikir kritis, kreatif, komukasi, dan bekerjasama. Dengan harapan juga akan melahirkan generasi yang kompetitif dan berdaya saing tinggi.
Dalam mendorong pengembangan pariwisata, pada tahun 2018 Arief Yahya selaku menteri Pariwisata menekankan pentingnya perkembangan teknologi dalam mendorong sektor pariwisata di Indonesia.
Oleh karenanya Kementeriannya mendorong Pariwisata 4.0 agar membawa hasil signifikan pada sektor pariwisata Indonesia. Peringatan Hari Pariwisata Dunia (Word Tourism Day) sudah diperingati pada 28 september 2018 yang lalu dengan membawa tema “Tourism and The Digital Transformation” atau sebagai Tahun Pariwisata dan Transformasi Digital.
Namun dalam penerapan menuju Pariwisata 4.0 dibutuhkan unsur lain, salah satunya adalah Generasi milenial yang sudah berkompeten dalam industri revolusi 4.0. Generasi Milenial adalah generasi yang berusia antara 22 tahun sampai 37 tahun dengan rata-rata kelahiran antara tahun 1981 hingga tahun 1996.

Menurut survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Generasi Milenial menjadi paling dominan dalam penggunaan internet. Internet sangat bermanfaat mengenalkan potensi wisata daerah kepada semua orang baik dalam skala nasional maupun internasional.
Industri 4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Istilah ini mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan, dan komputasi kognitif.
Industri 4.0 menghasilkan “pabrik cerdas”. Di dalam pabrik cerdas berstruktur moduler, sistem siber-fisik mengawasi proses fisik, menciptakan salinan dunia fisik secara virtual, dan membuat keputusan yang tidak terpusat. Lewat Internet untuk segala (IoT), sistem siber-fisik berkomunikasi dan bekerja sama dengan satu sama lain dan manusia secara bersamaan. Lewat komputasi awan, layanan internal dan lintas organisasi disediakan dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak di dalam rantai nilai.


Keunggulan dan kelemahan dari revousi idustri 4.0 yaitu yang pertama adalah keunggulannya, dengan era revolusi industry 4.0 semua akan dilakukan dengan menggunakan alat elektronik seperti kimputer ataupun ponsel pintar dengan hanya terhubug dengan internet. Dengan demikian semua hal seperti pemasaran dan pengiklanan khususnya di bagian pariwisata dapat dilakukan dimana saja dan juga kapan saja dengan cepat mudah dan juga tepat sasaran. Selain itu biaya yg digunakan dapat di minimalkan. Sedangkan kelemahan dari revolusi industry 4.0 ini yaitu berkurangnya tenanga manusia yg digantikan oleh mesin dalam contoh pengiklanan, sekarang masyarakat dapat mengiklankan produknya sendiri hanya dengan menggunakan ponsel pintar tanpa harus menggunakan beberapa pihak. Sedangkan sebelumnya masyarakat yang akan mengiklankan produknya banyak terhubung dengan pihak pihak lainnya.
Keimpulan dari bebrapa hal diatas atas dampak dari era revolusi industry 4.0 terhadap pariwisata yaitu semua hal akan menjadi cepat, mudah, dan berdaya saing tinggi. Semua akan ditentukan oleh kita atau pemerintah dalam mengikuti era ini. Daya saing akan menjadi tinggi dengan dimikian dita akan dituntut untuk bias lebih kreatif dan juga inovatif dalam bersaing di era ini. Dengan datangnya era ini dan dilakukan dengan bijak akan berdampak baik pada pariwisata di Indonesia yang di mana Indonesia memiliki tempat wisata yang banyak dan juga menarik tetepi tidak banyak pihak atau wisatawan yang mengetahuinnya. Dengan industry 4.0 informasi akan sangat mudah dan cepat di bagikan kepata semua pihak yang terkait